Tips Memilih Endorser dalam Periklanan

Iklan menjadi salah satu cara dalam mempromosikan bisnis. Iklan yang efektif akan dapat membentuk kesan positif bagi orang yang mendengar, melihat atau menontonnya. Ada beragam media yang bisa dipakai untuk beriklan, seperti surat kabar, brosur, spanduk, radio, televisi, hingga internet. Untuk membuat iklan yang atraktif  bagi calon konsumen, ada banyak hal yang wajib diperhatikan, salah satunya adalah model iklan yang dipakai. Agar iklan yang telah dibuat tersebut memiliki daya tarik yang besar, maka banyak perusahaan yang memilih model iklan yang berwajah tampan/cantik atau model yang unik atau bahkan model iklan yang merupakan figur orang terkenal.

Penggunaan orang-orang terkenal dalam mempromosikan produk bisnis yang ditawarkan tersebut dikenal dengan istilah endorser. Sosok endorser dalam dunia pemasaran dapat berasal dari kalangan selebritis, tokoh masyarakat, atau karakter tertentu yang sudah dikenal luas di masyarakat. Dengan bantuan endorser, tentu proses penyampaian pesan iklan dan promosi usaha akan menjadi lebih efektif.

Namun hal tersebut harus ditebus dengan biaya yang lebih besar sebagai imbalan dari penggunaan jasa sang endorser. Pemilihan endorser tidaklah mesti dari tokoh yang sudah terkenal secara nasional, mengingat jumlah nilai bayaran atas jasanya cukup besar. Sebagai pengusaha lokal, orang-orang populer di masing-masing daerah setempat bisa menjadi salah satu solusinya. Untuk memilih figur yang akan dijadikan endorser dalam mempromosikan bisnis anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, diantaranya:

1. Kredibelitas Endorser
Hal pertama yang diperhatikan dalam memilih calon endorser adalah kredibelitas dan catatan hidup sang endorser. Memakai figur terkenal yang memiliki nama atau reputasi buruk dalam persepsi masyarakat memang dapat membuat produk yang diiklankan lebih cepat dikenal, namun kemungkinan dampak negatifnya adalah ikut terpengaruhnya image produk menjadi buruk karena citra endorser yang tidak baik atau tidak disenangi masyarakat. Jadi, pilihlah endorser yang catatan pribadinya masih bersih dan dipercaya masyarakat.

2. Daya Tarik Endorser
Semakin kuat daya tarik seorang endorser, maka semakin besar pula pengaruh produk yang diiklankan. Daya tarik bukan harus bernampilan tampan atau cantik, namun juga bisa dilihat dari sisi sifat dan prilakunya, seperti sosok yang humoris, sosok yang cerdas, berkarakter unik, atau sikap lainnya yang disukai masyarakat.

3. Kesesusian Produk dengan Endorser
Belumlah tentu seorang figur yang sedang terkenal dan digandrungi banyak orang akan efektif dan cocok pada semua produk yang diiklankan. Misalnya seorang selebritis yang sering berpenampilan seksi, tentu kurang cocok jika dipakai menjadi endorser untuk iklan produk baju muslimah. Jika hal tersebut dipaksakan, maka daya advertisingnya akan tidak efektif, meskipun orang tersebut sedang sangat populer saat ini.

4. Tidak Menjadi Endorser Produk Lain yang Sejenis
Ada sebuah aturan bagi seorang model iklan agar tidak menjadi model iklan pada produk sejenis dari kompetitor lain, sebelum masa kontrak iklan tersebut habis. Dalam pemilihan seorang endorser, ada baiknya memilih figur yang belum pernah membintangi iklan pada produk sejenis dengan produk kita. Hal tersebut untuk menghindari salah persepsi di masyarakat tentang produk mana yang terbaik. Apalagi jika banyak orang yang sudah mengenal sang endorser identik dengan produk iklan terdahulu. Oleh karena itu, pilihlah endorser yang masih fresh sehingga akan terbangun image produk yang lebih kuat.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait