Cara Mengevaluasi Bisnis dalam Sudut Pandang Konsumen

Bagaimanakah kinerja bisnis anda saat ini? Apakah cukup memuaskan? Jika ternyata anda merasa bahwa pergerakan perusahaan anda belum mampu memenuhi target yang diinginkan, maka anda wajib melakukan evaluasi untuk mengetahui di mana letak kekurangannya. Bila jumlah konsumen yang diincar belum tercapai dalam rentang waktu yang telah dipatok, apalagi jika ternyata jumlah pelanggan terus menurun, maka anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan konsumen dan calon konsumen enggan membeli produk atau menjalin bisnis dengan perusahaan anda.

Oleh karena itu, tiada salahnya anda mencoba berperan layaknya seorang konsumen untuk mengetahui seperti apa kesan para konsumen terhadap usaha anda. Berikut adalah beberapa skenario yang mungkin bisa anda lakukan:

1. Menelepon Perusahaan Anda dan Perusahaan Kompetitor Anda
Skenario ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana kinerja tim dalam perusahaan anda dalam meladeni  konsumen secara tidak langsung. Cobalah untuk menyampaikan sebuah pertanyaan terkait dengan produk yang ditawarkan perusahaan anda. Mungkin bisnis anda lesu karena selama ini anda kurang tepat menempatkan personil-personil yang bertugas melayani konsumen. Sebagai perbandingannya, coba lakukan hal yang serupa terhadap perusahaan pesaing bisnis anda.

2. Mengunjungi Perusahaan Anda
Cobalah merubah tampilan diri anda agar tidak dikenali oleh karyawan di perusahaan anda. Datang dan lakukan transaksi layaknya seorang konsumen. Cermati apa yang anda rasakan. Apakah tempat usaha anda mudah dijangkau, apakah lahan parkir sudah mencukupi, apakah gedung dan papan nama usaha anda telah cukup menarik, dan lain sebagainya. Pantau juga situasi dan kondisi tempat usaha anda dari kejauhan, baik siang atau pun malam untuk mendapatkan gambaran seberapa besar daya tarik tempat bisnis anda. Sebagai perbandingan, cobalah di tempat perusahaan yang lain.

3. Menyampaikan Sebuah Keluhan dan Kritikan
Perusahaan harus memiliki saluran yang mudah dalam menangani keluhan-keluhan dari pelanggan, baik itu berupa nomor telepon bebas pulsa, email perusahaan, live chat, blog, atau pun jejaring sosial. Perusahaan yang tidak memiliki respon bagus dalam menangani keluhan dan tidak mengakomodir kritik dari konsumen, maka sudah barang tentu akan dilampiaskan di tempat lain, seperti di akun facebooknya atau twitter yang akan berdampak buruk bagi citra dan reputasi perusahaan anda. Ujilah tim personil di perusahaan anda dalam merespon keluhan seorang konsumen.

4. Kunjungi Situs Perusahaan Anda
Jika perusahaan anda eksis di dunia maya, maka cobalah sesekali mengunjungi situs perusahaan anda.  Ujilah seberapa cepat loading website tersebut, bagaimana tampilan navigasinya, dan seberapa mudah calon konsumen melakulan transaksi via online. Bandingkan dengan situs-situs yang lain.

5. Bandingkan Produk
Skenario ke lima ini dilakukan untuk membandingkan produk-produk serupa dari kompetitor lain, entah itu dari rasa, daya tarik, harga, productivity, dan sebagainya. Anggaplah diri anda sebagai konsumen awam yang kurang begitu mengerti tentang detail produk. Dengan penggunaan prinsip ekonomi, anda pasti akan mengetahui produk mana yang paling bagus dan menguntungkan bagi seorang konsumen.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait