Persiapan Menerapkan Komputasi Awan dalam Bisnis

Cloud Computing di tahun 2013 ini rasanya masih belum populer di Indonesia. Hanya perusahaan - perusahaan yang terjun dalam bidang industri teknologi informasi (IT) yang mulai mencoba menerapkan penggunaan sistem komputasi awan dalam kinerja perusahaannya. Sementara banyak perusahaan skala besar belum beralih menggunakan layanan cloud karena berbagai faktor yang belum mendukung, misalnya SDM yang masih terbatas, provider yang masih sedikit, dan juga kualitas dan coverage network yang belum bisa dihandalkan. 

Secara sederhana, cloud computing (komputasi awan) dapat diartikan sebagai tempat menyimpan dan mengolah data pada sebuah server yang dilakukan dengan media internet. Jika biasanya para pebisnis menyimpan dan mengolah data-data perusahaannya hanya di komputer kantor dan server lokal, maka dengan teknologi cloud computing para pebisnis dapat menyimpannya di server internet sehingga jika suatu saat dirinya atau rekan kerjanya ingin mengolah dan memperbarui data tersebut maka bisa diakses kapan saja dan dimana saja selama ada jaringan internet. Cloud computing ini dapat menghemat biaya penyimpanan data bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan server storage yang besar, namun masih banyak yang ragu akan tingkat keamanan data-datanya.

Di kawasan Eropa dan Amerika, penggunaan komputasi awan dalam dunia bisnis terus mengalami peningkatan terutama para pebisnis kecil yang tidak punya dana untuk membeli dan merawat server. Sementara di kawasan Asia, menurut International Data Corporation lebih 50% perusahaan telah mencoba menguji penggunaan teknologi cloud. Seiring semakin meningkatnya ketangguhan sistem keamanan dari penyedia layanan cloud, maka diprediksi jumlah konsumen yang memakai teknologi komputasi awan akan terus meningkat di tahun depan. 

Dalam rencana implementasi dan penggunaan teknologi ini, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan oleh pihak perusahaan atau organisasi yang akan menjajal konsep teknologi komputasi awan ini, seperti yang diuraikan oleh NetApp.com:

1. Beralih ke Format Virtual
Sebelum menuju penggunaan layanan cloud, sebaiknya infrastruktur data dialihkan terlebih dahulu dari format tradisional ke virtual. Dengan virtualisasi maka layanan cloud dapat lebih mudah dan efesien diterapkan dengan cost yang lebih rendah.

2. Lakukan Inovasi
Saat menggunakan teknologi cloud, eksplorasilah berbagai keunggulannya, terutama pada bagian storage sehingga dapat mengefesiensikan perusahaan.

3. TI 24 Jam
Pastikan teknologi informasi yang menyokong bisnis anda dapat terus berjalan online 24 jam penuh, termasuk ketika dalam proses perawatan server, sehingga semua data dan aplikasi dapat terakses dinamis dalam semua lingkungan cloud milik anda.

4. Menyeimbangkan Kecepatan dengan Efesiensi
Pastikan teknologi layanan cloud yang anda pilih dapat secara efektif ditingkatkan kemampuannya pada seluruh infrastruktur di perusahaan anda. Hal tersebut dapat mengurangi kompleksitas dan kerumitan sistem cloud pada bisnis anda. Salah satu yang bisa diterapkan adalah penggunaan unified architecture yang dapat memberikan fleksibilitas yang elastis serta perpindahan data yang transparan guna mendukung layanan yang bekerja secara otomatis dan non stop.

5. Lebih Fokus pada Inovasi dan Bukan pada Maintenance
Penggunaan layanan cloud dapat membuat perusahaan yang terbiasa dengan rutinitas perawatan server menjadi lebih leluasa sehingga dapat berfokus pada penciptaan inovasi. Lingkungan komputasi awan dapat memberikan layanan lebih cepat, rutinitas maintenance yang otomatis, serta self-service untuk para penggunanya, sehingga para administrator yang bertanggung jawab pada bidang IT dapat lebih terkonsentrasi dalam mengerjakan tugas-tugas yang strategis.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait