Mencoba Bisnis Rental Mainan Anak

Bermain merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi anak-anak. Dengan bermain, mereka akan dapat berlatih mengembangkan saraf sensorik dan motoriknya. Melalui permainan yang dilakukan bersama teman-temannya, mereka juga akan belajar cara hidup bersosialisasi.  Seiring kemajuan zaman, aneka model permainan telah berkembang menjadi beragam jenis sehingga semakin memperbanyak pilihan bagi anak-anak. Namun sayangnya, saat ini anak-anak lebih senang berkutat pada permainan yang berbentuk gadget, seperti video game, permainan di ponsel, komputer, dan sejenisnya. Hal tersebut hanya mengasah kemampuan berpikir saja, sedangkan kekuatan otot tidak terlatih sehingga kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si anak.

rental mainan anak
Gambar: luckypennyshop.com
Menyadari hal tersebut, banyak orang tua yang mulai mengusahakan agar anak-anaknya bisa bermain secara berimbang. Oleh karena itu, mereka biasanya membelikan buah hatinya dengan aneka jenis permainan, terutama media permainan yang bisa melatih kemampuan berpikir dan kekuatan motoriknya.

Namun, untuk mendapatkan alat-alat mainan tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi sifat anak-anak yang gampang bosan, membuat para orang tua merasa ragu dan takut rugi jika anak-anaknya cuma memakai mainan tersebut hanya hitungan beberapa hari atau minggu dan kemudian menjadi penghuni gudang. Berlatar belakang hal tersebut, maka beberapa pebisnis memanfaatkannya sebagai peluang usaha yang cukup potensial, yaitu usaha penyewaan mainan anak-anak.

Bisnis Rental Kid Toys ternyata mulai banyak dilirik oleh pelaku usaha di kota-kota besar. Modalnya lumayan besar, yaitu mulai 20jutaan rupiah hingga seratus juta rupiah. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai media mainan anak-anak, biaya pembuatan website, promosi usaha, dan juga biaya pemeliharaan. Jenis mainan yang biasanya disediakan untuk disewakan terbuat dari bahan plastik, karet dan kayu. Media permainan yang disukai anak-anak terutama yang berumur 7 tahun ke bawah adalah mainan yang melatih ketangkasan serta membuat mereka merasa senang, seperti mobil-mobilan, play house, slide swing, jumperoo, dan sebagainya. Sementara usia 7 tahun ke atas lebih cenderung memilih mainan edukatif, seperti puzzle, city block, magnatic alfabet, dan sejenisnya.

Untuk menarik dan memperbanyak jumlah pelanggan, selain dengan menyediakan jenis mainan yang variatif, para pebisnis di bidang ini juga berupaya lewat media online, seperti website dan jejaring sosial. Dengan demikian, para pebisnis akan lebih mudah dan luas dalam memperkenalkan usahanya. Sementara jalur offline ditempuh dengan menyebarkan brosur di sekolah PAUD, TK, SD, dan di pusat hiburan keluarga.

Soal tarif sewa tergantung jenis mainan dan rentang waktu penyewaan, biasanya 1-5% dari harga beli mainan. Misalnya sebuah media permainan yang harganya satu juta rupiah, maka biaya sewanya sekitar 10-50ribuan rupiah/hari. Bila pelanggan meminjam dalam rentang mingguan atau bulanan, maka diberikan diskon khusus. Oleh karena itu, mereka juga punya paket-paket tarif yang menarik, khususnya bagi orang tua yang meminjam kid toys lebih dari satu item. Lalu bagaimana jika terjadi kerusakan atau kehilangan? Para pemilik rental biasanya terlebih dulu melakukan edukasi kepada para pelanggan (orang tua anak) tentang cara memakai media mainan tersebut serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Bila terjadi kerusakan parah atau kehilangan pada mainan tersebut, maka dibebankan kepada penyewa dengan mengganti harga mainan dikurangi biaya penyusutan barang. Oleh sebab itu, sebelum terjadi deal, sang pemilik dan penyewa menandatangani surat perjanjian sewa barang yang dilengkapi dengan fotocopy penyewa. Selain orang tua anak, beberapa pebisnis rental kid toys juga mendapatkan pelanggan dari lembaga-lembaga tertentu, misalnya event organizer, toko swalayan yang sedang mengadakan kegiatan untuk anak, atau pihak sekolah yang mengadakan kegiatan luar sekolah. Untuk memperkuat daya kompetisi, mereka juga melengkapi bisnisnya dengan menjual beberapa mainan anak serta membuat taman bermain. Disamping itu, proses pemeliharaan barang dengan cara penyemprotan cairan pembersih dan cek berkala juga wajib dilakukan. Para pemilik usaha yang telah sukses bergelut dalam bidang jasa sewa ini rata-rata mendapatkan omzet di atas 30 jutaan rupiah setiap bulannya.

Artikel Terkait