Beragam Usaha Pengembangan Energi Alternatif

Dunia mulai melirik berbagai pengembangan teknologi inovatif yang dapat mengefesiensikan pekerjaan sehingga meminimalkan pemakaian energi. Hal tersebut disebabkan semakin menipisnya persediaan energi yang tak terbarukan. Maka dari itu, banyak pihak yang mulai mencari sumber-sumber energi alternatif yang lebih murah namun tetap handal. Pengembangan dalam inovasi dan penemuan sumber energi alternatif akan menjadi sebuah lahan bisnis yang amat vital di masa depan.

Banyak perusahaan besar yang telah menanamkan modalnya dalam riset penemuan dan pengembangan sumber energi alternatif. Dihimpun dari berbagai sumber, inilah beberapa inovasi dalam pengembangan sumber energi alternatif:

1. Energi Biodiesel
Sumber energi alternatif ini merupakan bahan bakar yang menggantikan fungsi solar. Istilah lainnya disebut dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang diperoleh dari ekstraksi atau penyulingan minyak nabati. Energi Biodiesel memiliki beberapa keunggulan, diantaranya lebih ramah lingkungan dan mempunyai nilai cetane yang lebih tinggi. Beberapa jenis minyak tumbuhan yang dipakai bahan utama pembuatan biodiesel adalah kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, biji bunga matahari, biji jarak, tongkol jagung, daun tebu, ilalang, singkong dan lainnya. Dalam proses produksi biodiesel, dilakukan dalam 3 tahap, yaitu persiapan (pretreatment), tahap reaksi (transesterifikasi), dan pemurnian.

2. Energi Alternatif dari Tenaga Alam
Alam menyimpan energi bebas yang melimpah. Angin, sinar matahari, arus ombak, air terjun, dan panas bumi adalah beberapa contoh tenaga alam yang sudah banyak dikelola menjadi sumber energi yang potensial dalam dunia bisnis.

3. Sumber Energi dari Kotoran Ternak
Kotoran hewan dari ternak-ternak peliharaan bisa diolah menjadi energi alternatif yang dikenal dengan biogas. Hewan yang umumnya dimanfaatkan kotorannya adalah sapi dan babi. Biogas yang mengandung metana dan karbondioksida tersebut dapat difungsikan sebagai bahan bakar gas pengganti gas lpg. Secera sederhana, prosesnya dapat dilakukan dengan tahap penampungan kotoran segar dalam sebuah tangki tertutup, proses fermentasi atau melalui aktivitas anaerobik, pengumpulan biogas dalam sebuah tabung, dan selanjutnya pengaliran untuk dimanfaatkan.

4. Energi Alternatif dari Sampah Rumah Tangga
Sampah organik dari para penduduk di wilayah perkotaan dapat diolah menjadi biogas. Di Jerman, sampah dari bahan pangan mencapai 20 juta ton tiap tahunnya yang dimanfaatkan oleh para pengusaha sebagai energi alternatif dengan proses fermentasi untuk keperluan rumah tangga dan otomotif. Selain organik, sampah non organik dipakai sebagai media dalam pembangkit listrik. Sampah dibakar untuk menghasilkan panas yang dapat menggerakkan turbin sehingga menciptakan energi listrik.

5. Minyak Solar dari Plastik
Plastik adalah salah satu bentuk polimer yang memiliki struktur kimia berantai panjang yang umumnya dibuat dari sisa-sisa penyulingan minyak bumi. Oleh karena itu, plastik sangat sulit diuraikan oleh alam. Ternyata sampah plastik dapat diolah kembali menjadi bahan minyak bumi, khususnya solar. Prosesnya cukup sederhana, yaitu melelehkan sampah-sampah plastik dalam ruangan bersuhu tinggi. Setelah mencair, prosesnya dilanjutkan dengan penguapan. Uap tersebut kemudian ditampung dalam pipa kondensor untuk membuatnya menjadi embun (titik-titik cairan minyak). Cairan tersebut dapat dikategorikan sebagai minyak mentah yang memerlukan proses penyulingan kembali guna mendapatkan kualitas minyak yang lebih tinggi. Salah satu perusahaan asal Jepang yang bernama Blest telah memproduksi alat pengolahan sampah menjadi BBM yang harganya di atas 100 juta rupiah.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait