8 Langkah Menghilangkan Kebiasaan Buruk di Tempat Kerja

Secara umum, jumlah jam kerja di dunia adalah 7-9 jam sehari. Namun dalam interval waktu kerja tersebut, terkadang tidak mampu menghasilkan produktivitas yang maksimal sehingga berdampak pada pencapaian prestasi kerja atau target bisnis yang rendah. Ketidakoptimalan kinerja tersebut disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor yang berasal dari dalam diri individu (pekerja) adalah bad habits atau kebiasaan buruk. Kegiatan atau prilaku yang kurang baik saat melakoni suatu tugas kerja merupakan biang kerok dari tertundanya sebuah kesuksesan.

Oleh karena itu, setiap pekerja maupun pengusaha hendaknya berusaha melenyapkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang selalu dibawanya ke tempat kerja. Lalu bagaimanakah caranya menghilangkan kebiasaan buruk di tempat kerja tersebut? Mungkin kedelapan langkah berikut bisa membantu anda.

1. Identifikasi Kebiasaan-kebiasaan Buruk Tersebut
Kebiasaan burukDalam mengurangi kebiasaan buruk yang ada dalam diri anda, langkah pertama adalah mengidentifikasi berbagai kebiasaan buruk yang melekat dalam diri anda. Coba bayangkan apa saja kegiatan dan rutinitas yang anda lakukan di tempat kerja, lalu temukan kebiasaan apa saja yang aneh dan mengganggu kinerja anda. Mencuri waktu untuk Facebookan, main game di komputer, atau ngegossip merupakan beberapa contoh kebiasaan buruk. Anda tentu dapat menyadari kegiatan-kegiatan yang salah tersebut. Jika masih sulit mengiventaris "bad habits" tersebut, mintalah bantuan rekan-rekan kerja anda. Teman-teman anda pasti punya opini tentang kebiasaan-kebiasan buruk yang tanpa anda sadari sering dilakukan saat-saat jam kerja.

2. Cari Solusi Lalu Mulai dengan Pelan-pelan
Setelah berhasil menyusun daftar kebiasaan buruk yang sering anda lakukan di tempat kerja, maka langkah selanjutnya adalah mencari solusi-solusi yang cocok untuk meminimalisir kebiasaan tersebut. Misalnya jika anda sering facebookan atau twiteran lewat ponsel saat menyelesaikan tugas, maka coba non-aktifkan fungsi notifikasi di ponsel anda sementara waktu. Dengan demikian anda tidak terganggu atau tergoda memainkan handphone anda. Untuk melenyapkan beberapa kebiasaan buruk tersebut, tidak dapat dilakukan serta merta. Jadi hilangkan satu per satu secara pelan-pelan.

3. Coba Ganti Kebiasaan Buruk dengan Kegiatan Lain
Rutinitas yang membosankan, kerjaan yang meletihkan, atau adanya waktu sengangg  sering kali menjadi pemicu munculnya sebuah kebiasaan buruk. Ketika seorang pekerja sedang merasa boring atau capek mengerjakan suatu tugas, maka umumnya ia ingin mencari suatu kegiatan yang mampu menghibur dirinya, misalnya main game, ngobrolin topik di luar kerjaan, update jejaring sosial, tidur, atau mencuri waktu untuk melakukan hobinya. Sehingga jika sering dilakukan jadilah sebuah kebiasaan buruk. Sebagai solusi dari situasi tersebut, maka cobalah mengganti kebiasaan buruk anda dengan kegiatan yang lebih produktif, namun juga mengandung unsur "fun" agar lebih efektif, misalnya merapikan meja kerja sembari mendengarkan lagu favorit atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan bidang profesi anda.

4. Beri Reward untuk Usaha Keras Anda
Menghilangkan kebiasaan buruk memang memerlukan usaha keras dan waktu yang lama. Jika anda berhasil melenyapkan salah satu kebiasaan buruk tersebut, maka beri reward (hadiah) untuk diri anda sebagai bentuk  motivasi untuk memberantas kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Dengan berkurangnya kebiasaan buruk yang mengganggu tersebut tentu akan berdampak pada peningkatan produktivitas anda sehingga pasti akan mampu menghasilkan yang lebih banyak lagi. Nah, dari hasil tersebut dipotong untuk kompensasi usaha anda. Lalu, apa saja bentuk rewards tersebut? Itu tergantung keputusan anda sendiri.

5. Antisipasi Perubahan yang Terjadi
Kegagalan seseorang menghilangkan kebiasaan buruknya di tempat kerja adalah tidak mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi. Misalnya anda berada di dalam komunitas rekan-rekan kerja yang suka mencuri-curi waktu untuk bergossip. Saat anda berupaya untuk keluar dari kebiasaan buruk tersebut, kemungkinan besar akan ditentang oleh rekan-rekan kerja  anda yang selama ini berada dalam satu kebiasaan yang sama. Jika anda tidak mengantisipasi untuk menyelesaikan konflik tersebut, maka anda tidak dapat lepas dari kebiasaan buruk tersebut. Oleh karena itu, carilah ide (gagasan) agar anda dapat men'delete bad habits' pada diri anda tanpa memunculkan konflik baru.

6. Cari Bantuan dan Dukungan
Memang sulit menghapus kebiasaan yang sudah lama dijalani. Jika anda merasa kesulitan, mintalah bantuan dari orang-orang di dekat anda. Paling tidak mereka dapat berperan sebagai pengawas dan pengingat terhadap tindakan-tindakan yang mengganggu kinerja anda.

7. Gunakan Media Bantu
Agar upaya anda bisa berjalan efektif, maka media (alat) bantu dapat menjadi penunjangnya. Media bantu tersebut beraneka ragam, tergantung bidang pekerjaan yang digeluti. Misalnya alarm pengingat waktu, nota kecil yang anda tempel, atau aplikasi-aplikasi mobile lainnya.

8. Berkomitmen dan Motivasi Diri
Sebagai kunci utama dari usaha menghilangkan kebiasaan buruk anda di tempat kerja adalah adanya komitmen yang tinggi untuk mau berubah. Jika masih setengah-setengah atau dalam peribahasanya "hangat-hangat tai ayam", maka segala langkah di atas akan sia-sia. Jadi berkomitmenlah dan motivasi diri anda untuk menjadi yang lebih baik.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait