Wirausaha Pembuatan Es Krim

Ice cream (es krim) menjadi salah satu minuman beku yang banyak disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Kondisi iklim Indonesia yang tropis dengan pancaran terik panas matahari yang lumayan menyengat, menjadikan ice cream dengan berbagai macam varian rasanya, selalu dicari untuk dinikmati, bahkan disaat musim penghujan. Menurut sejarahnya, ice cream telah dikenal luas sejak tahun 64 Masehi, khususnya di wilayah kerajaan Romawi. Ketika itu, ice cream dibuat dari salju halus yang dicampur dengan aneka buah, susu, gula halus, dan bahan tambahan lainnya.

Di Indonesia, ice cream mulai dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Bahan-bahan pembuatan ice cream dibawa dari daratan Eropa. Oleh karena itu, ice cream pada saat itu dianggap sebagai barang mewah dan mahal yang hanya dapat dinikmati oleh kaum kolonial dan keluarga bangsawan.

es krim
Gambar: flickrhivemind.net
Namun kini, seiring dengan berbagai penciptaan mesin dan peralatan canggih, ice cream dapat dikatakan sebagai kudapan semua lapisan masyarakat, dan bahkan dapat dibuat sendiri di rumah. Permintaan akan ice cream cenderung tinggi tiap tahunnya. Oleh karena itu banyak perusahaan besar yang terus berinovasi membuat varian ice cream yang dapat menarik minat konsumen. Begitu juga halnya para pengusaha kecil menengah yang terus belajar membuat produk ice cream yang tak kalah saing. Berikut disajikan gambaran singkat membangun usaha pembuatan ice cream skala rumah tangga:

1. Menyediakan Alat dan Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat ice cream antara lain: 1/2 liter cream susu, 1 gelas susu cair atau pakai santan kelapa, 3 butir telur ayam, 100 gr gula pasir halus, 1 sendok teh vanili, perasa atau pakai buah asli (tergantung rasa yang diinginkan). Namun jika ingin lebih praktis, anda bisa memilih bubuk (powder) ice cream siap pakai yang dibuat hanya dengan menambahkan air dan susu saja. Harganya di pasaran sekitar Rp 50.000/kg.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat ice cream antara lain: blender, panci, wadah ice cream, kompor, lemari pendingin (kulkas/freezer). Jika ingin lebih praktis, anda bisa memakai mesin pembuat ice cream yang harganya bervariasi, sekitar 3 juta hingga 50jutaan rupiah tergantung fitur mesin, kapasitas dan mereknya.

2. Mengenal Cara Pembuatan Ice cream
Berdasarkan struktur bahannya, ice cream dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu soft ice cream dan hard ice cream. Perbedaan soft ice cream dan hard ice cream adalah kandungan udara yang ada di dalamnya. Pada soft ice cream, semakin banyak udara yang dipompa ke dalam es krim, maka strukturnya akan menjadi mengembang dan lembut. Soft ice cream dapat dibuah menjadi hard ice cream dengan cara dibekukan di dalam lemari pendingin.

Dalam membuat ice cream untuk usaha skala rumahan, boleh dibilang gampang-gampang susah. Kita harus berusaha agar hasil ice cream benar-benar bagus struktur dan kelembutannya. Dengan memakai bahan-bahan seperti yang tertulis di atas, proses pembuatan ice cream secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama masukan krim dan susu/santan ke dalam panci dan dimasak dengan api sedang, aduk pelan-pelan. Blender telur, gula, dan vanili, perasa, dan bahan tambahan lainnya (misalnya buah alpukat) hingga lembut. Hasil blenderan tersebut dicampur rata ke dalam panci, dan dipanaskan kembali dengan api sedang. Setelah agak mengental, adonan tersebut dituangkan ke dalam wadah tertentu untuk disimpan di lemari es. Lama penyimpanan di lemari es sekitar 4 jam, kemudian dipindahkan ke dalam freezer. Agar struktur ice cream tetap terjaga kelembutannya dan agar tidak terjadi pengkristalan, maka setiap satu jam ice cream diaduk-aduk. Proses ini hanya berlangsung 3-4 kali saja.

3. Menentukan Pemasaran
Dalam memasarkan produk ice cream ini, biasanya dijual langsung ke konsumen dengan menggunakan gerobak keliling atau membangun kafe ice cream, menjadi suplier untuk restaurant, menjual di mall, atau mengkemasnya dalam kemasan cup untuk dijual ke toko-toko yang punya freezer.

4. Inovasi dan Kreatifitas
Meskipun pangsa pasar produk ice cream di Indonesia banyak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar, bukan berarti sudah tertutup untuk pengusaha kecil. Banyak pengusaha rumahan yang sukses menggeluti bisnis ini karena kreatifitas dan inovasinya, misalnya memproduksi ice cream bakar, ice cream berbahan jamur, ice cream dari bahan ubi ungu, ice cream herbal, ice cream tahu dan sebagainya. Hal tersebut adalah upaya untuk berkompetisi dengan produk-produk yang telah mendunia. Demikian sekilas gambarannya, salam kerja & usaha!!! 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait