Mengenal Proses Pembuatan Balon Karet

Benda yang satu ini selalu menjadi teman yang berfungsi mempercantik suasana dan memeriahkan pesta. Banyak anak-anak yang sering menangis merengek-rengek untuk dibelikan benda yang bernama balon tersebut. Bahkan tak jarang, para remaja sering memanfaatkan balon-balon sebagai media dalam mengungkapkan perasaan kepada sahabat atau kekasihnya. Balon adalah benda yang berbentuk kantung elastis yang dapat diisi udara untuk memperbesar volume. Dalam ilmu kimia, balon termasuk polimer yang umumnya terbuat dari bahan baku karet.

Sejarah Balon
balon karet
Menurut sejarah, balon telah dikenal sejak berabad-abad silam. Dalam tulisan Kaufman, Jean Merlin, dan Greever dalam sebuah buku yang diterbitkan tahun 1994, balon diduga telah dikenal luas oleh masyarakat suku Aztec di Amerika utara. Kala itu bahan baku yang digunakan untuk pembuatan balon adalah dari usus hewan piaraan, seperti kucing dan babi. Menurut catatan sejarah versi lain yang ditulis pada masa Renaisans pada abad ke 16 M, balon juga dibuat dari kandung kemih hewan mamalia yang diisi dengan air. Cara pembuatan balon dari organ hewan tersebut cukup sederhana. Usus hewan dipotong lalu dibersihkan kemudian dijahit dengan benang atau serat alam lainnya, setelah itu dibalik dan dijemur. Balon kedap udara pun siap ditiup dan digunakan, yang umumnya sebagai media upacara ritual.

Dalam era selanjutnya, balon mulai dibuat dengan bahan karet alam. Menurut sumber dari buku yang berjudul The Book of First karangan Patrick Robertson, Bramhall House, NY (1978), disebutkan bahwa pembuat balon pertama dari bahan karet adalah Michel Faraday, seorang ilmuwan pada tahun 1824. Balon yang diproduksi secara massal untuk mainan anak-anak diperkenalkan pertama kali oleh Thomas Hancock, dan kemudian disempurnakan oleh J.G. Ingram (Inggris) dengan produk balonnya yang lebih tahan panas dan elastis.

Aneka Macam Balon dan Fungsinya
Balon kini bukan hanya berfungsi sebagai mainan anak-anak saja. Banyak orang yang telah memanfaatkan balon untuk berbagai tujuan, misalnya sebagai hiasan pesta, mengirim pesan, sebagai media periklanan, untuk  games, dan bahkan sebagai media olah raga dan rekreasi seperti balon udara. Dari sisi bentuknya pun, balon terus mengalami variasi, misalnya berbentuk lonjong, oval, kubustik, berbentuk hati, berbentuk boneka, dan sebagainya dengan aneka corak dan warnanya.

Proses Pembuatan Balon Karet
Pembuatan balon dengan bahan karet sebenarnya bisa dibilang cukup sederhana. Dua lembar karet yang berbentuk bulat, ditempel dan dipress kedua sisinya pada suhu tinggi. Hal tersebut menyebabkan sisi-sisi yang dipress meleleh kemudian saling menempel dan menyatu. Sedangkan agar bagian tengahnya tidak ikut saling menempel, maka biasanya diisi isolator berupa tepung terigu.

mesin produksi pembuat balon
Namun, beberapa industri pembuatan ballon menggunakan mesin dengan sistem celup (dipping), dimana alat pembuat balon masuk ke dalam cairan latex, dan kemudian memompakan sedikit udara agar tercipta rongga balon. Dalam sebulan bisa memproduksi 2-4juta pcs balon. Selain produksi langsung, beberapa bidang usaha yang berkembang terkait dengan balon adalah bisnis printing balon dan usaha jasa dekorasi balon.

Bisnis printing balon biasanya digunakan oleh para pengusaha besar dalam mempromosikan produk usahanya lewat cetakan gambar dan tulisan pada balon tersebut. Sedangkan dekorator ballon sering menerima job dikala ada suatu pesta atau acara peresmian. Demikian sekilas uraian tentang balon dan proses produksinya. Semoga dapat menambah wawasan dan inspirasi anda. Salam kerja & usaha!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait