Cara Budidaya Tanaman Seledri

Satu tanaman kecil yang dapat membuat rasa masakan menjadi lebih enak dan sekaligus mempercantik tampilan hidangan makanan adalah daun seledri. Seledri atau dalam bahasa Latinnya Apium graveolens L. merupakan tumbuhan yang telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat di Tanah Air. Pohon kecil tersebut sering dipakai untuk media pengobatan seperti obat penyembuh demam berdarah dan penurun darah tinggi, penyubur rambut, dan sebagai bumbu masakan.


Varietas Seledri
Dalam klasifikasinya, tanaman Seledri termasuk ke dalam keluarga tanaman Umberliflorae. Secara umum masyarakat Indonesia lebih membudidayakan seledri jenis seledri potong (varietas sylvester), seledri daun (varietas secalium), dan seledri berumbi (varietas repaceum). Di wilayah Jawa Barat, para petani banyak membudidayakan varietas seledri daun (cut common).

Teknik Budidaya Seledri
Tanaman Seledri dapat tumbuh di dataran rendah dan juga dataran tinggi. Namun lokasi ketinggian yang ideal agar dapat tumbuh optimal adalah berada pada 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.

Teknik Penyemaian
Sebelum melakukan penanaman pada lahan tanam, terlebih dahulu melakukan kegiatan penyemaian. Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam menyemai benih seledri antara lain:
  • Pembuatan bedeng lahan semai dengan lebar 80 - 100 meter dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Gemburkan lahan bedeng tersebut dengan penambahan pupuk kandang. Rapikan tanah bedeng tersebut agar rata dan aliran air bisa tersebar dengan baik.
  • Taburkan benih seledri di tanah persemaian (bedeng) secara merata dan upayakan tidak menumpuk pada satu tempat.
  • Langkah berikutnya adalah menutup benih-benih seledri tersebut dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1:1. Setelah kegiatan tersebut selesai, maka selanjutnya media lahan disiram dan ditutup lagi dengan menggunakan lembaran karung agar kondisi tanahnya menjadi lembab dan mempercepat pertumbuhan kecambah.
  • Sepuluh hari kemudian, kecambah seledri telah tumbuh. Buang lembaran karung/plastik penutup tanah. Buatlah pelindung (atap) untuk mengurangi panas matahari, dan lakukan penyiraman 2x sehari. Ketika bibit telah berumur lebih dari 50 hari, maka tanaman seledri siap dipindahkan pada lahan tanam.

Tahap Penanaman
Langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit seledri ke areal tanam. Untuk mempermudah proses perawatan dan pengairan, dibuat parit-parit. Jarak antar lobang tanam berkisar 25cmx25cm dengan masing-masing lobang tanam diisi tiga bibit pohon seledri.

Kegiatan Pemupukan
Untuk menghasilkan pohon seledri yang bermutu bagus, diperlukan perawatan dan pemupukan. Dalam satu kali musim tanam biasanya memerlukan dua hingga tiga kali pemupukan. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman berusia 10-15 hari terhitung mulai dari penanaman di lahan utama. Jenis pupuk yang diberikan adalah ZA (100kg/ha), Urea (50kg/ha), dan pupuk yang mengandung KCL (100kg/ha). Perabukan tahap kedua biasanya dilakukan ketika tanaman telah berumur lebih dari satu bulan dengan jenis pupuk ZA dan Urea. Sementara pemupukan yang ketiga diberikan bila kondisi tanaman terlihat agak kurang subur.

Pemeliharaan Tanaman Seledri
Ketika musim kemarau, irigasi menjadi faktor utama agar mendapatkan hasil seledri yang maksimal. Proses penyiraman tersebut harus dilakukan setiap 10 hari sekali. Selain itu, penyiangan rumput-rumput yang mengganggu juga hendaknya dilakukan setiap setengah bulan sekali. Kegiatan pemeliharaan tanaman seledri juga meliputi pengendalian hama dan penyakit. Hama utama yang umumnya menyerang pohon seledri adalah Liriomyza atau disebut juga wereng yang menghisap cairan daun seledri hingga kering. Para petani biasanya memakai Curacron, Trigard atau Winder 25 SP untuk mengusir hama tersebut. Penyakit yang sering terlihat pada pohon seledri adalah cacar coklat kuning yang disebabkan oleh Cercospora apii, dan penyakit semacam cendawan yang disebabkan oleh Septoria apii. Untuk mengatasi penyakit di pohon seledri tersebut, para petani banyak menggunakan Kocide 77WP.

Pemanenan dan Pemasaran
Tanaman seledri siap dipanen ketika telah berumur 45-60 hari. Cara memanen tanaman seledri adalah dengan mencabut tanaman hingga akarnya yang selanjutnya dilakukan proses pencucian dan pengikatan dengan tali untuk siap dipasarkan.

Artikel Terkait