5 Bidang Industri yang Prospektif di Negara Barat

Dunia di tahun 2013 memang masih dipenuhi dengan fluktuasi, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi. Namun, meskipun demikian bukan berarti segala bidang usaha mengalami masa suram. Ada beberapa bidang industri yang patut dicoba tahun ini. Jenis industri berikut ini sedang ngetrend di negara-negara barat dan bisa dibangun dengan modal yang tidak terlalu besar.

1. Industri Permen dan Coklat
industri prospektif
Industri cemilan ini dikatakan salah satu bisnis yang kebal terhadap resesi ekonomi. Meskipun tahun lalu dunia barat dilanda krisis ekonomi, namun industri candy & chocolate tetap mengalami pertumbuhan yang bagus hingga 30%. Dari dulu, industri ini sudah teruji ketangguhannya. Beberapa perusahaan besar yang memproduksi permen dan coklat, seperti Three Musketeers, Snickers, dan Tootsie Pops, dibangun pada masa-masa suram, yaitu tahun 1930-1932 saat perekonomian dunia paling kacau.

2. Industri Aplikasi Mobile
Pertumbuhan penjualan smartphone terus mencuat dari tahun ke tahun. Bahkan di Amerika, hampir 60% pengguna handphone telah memakai ponsel pintar seperti iPhone, Handphone Android, Windows Phone, dan Blackberry. Setiap OS tersebut didukung oleh toko online sebagai tempat mengunduh aplikasi, baik yang gratis maupun berbayar. Peluang itulah yang kini menjadi celah bisnis bagi perusahaan developer maupun para developer mandiri. Perusahaan developer yang menciptakan aplikasi permainan Angry Birds sukses meraup keuntungan triliunan rupiah, sementara seorang pelajar SMA yang menciptakan aplikasi Sumly berhasil mendatangkan uang lebih dari 100 milyar karena aplikasi peringkas isi situs yang dibuatnya tersebut  dibeli Yahoo, Inc. Kunci kesuksesan dalam menggeluti industri aplikasi mobile ini adalah harus menguasai bahasa pemrograman dan kreatif.

3. Industri yang Terkait dengan Yoga
Yoga menjadi sangat marak di berbagai negara di kawasan barat. Aneka manfaat yang telah mereka rasakan menjadikan usaha pusat pelatihan Yoga dan industri-industri pendukungnya, seperti baju, buku, aroma terapi, dan perlengkapan lainnya tetap menunjukkan trend positif. Bahkan di Amerika, biaya belanja yang dikeluarkan oleh masyarakat di sana untuk membeli produk perlengkapan yoga mencapai lebih dari 5,7 milyar dollar tiap tahunnya.

4. Fast-Casual Dining
Fast-Casual Dining adalah bisnis restaurant cepat saji dengan full service namun biasanya tanpa menyediakan meja dan kursi atau terkadang terbatas. Type restaurant ini lebih banyak memakai mobil truck dalam operasionalnya, sehingga para pembelinya cukup memesan dan menikmati makanannya sambil berdiri, jalan atau mencari tempat yang santai. Konsep restaurant fast-casual dining pertama kali diperkenalkan oleh Horatio Lonsdale-Hand yang merupakan chairman ZuZu, Inc. tahun 1995 di Amerika yang menawarkan masakan Meksiko. Model restaurant ini terus berkembang dan diikuti oleh banyak pengusaha restaurant dengan menyajikan menu fast food yang khas.

5. Rumah Hijau
Rumah berkonsep alami (natural) atau Green House makin populer di negara-negara kawasan Eropa dan Amerika. Meskipun bisnis dalam industri konstruksi mengalami kemerosotan dua tahun belakangan, namun pengusaha yang mengkhususkan diri pada penyedia jasa pembangunan rumah berkonsep green house tetap mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari para miliarder yang cenderung merasa bosan dengan suasana formal di kantor dan ingin menikmati suasana natural di rumahnya yang lebih ramah lingkungan, atau juga dijadikan sebagai bisnis pertanian. Menurut laporan McGraw-Hill, pangsa pasar green house atau disebut juga glasshouse diperkirakan mencapai 49 milyar dollar pada tahun 2013 hingga 2014.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait