Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila atau dalam Bahasa Inggris disebut Nile Tilapia adalah jenis ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Nama ilmiah ikan nila adalah Oreochromis niloticus yang merupakan kerabat dengan ikan mujair. Asal-usul ikan nila diperkirakan berasal dari Sungai Nil, di Afrika. Dalam kewirausahaan, ikan nila merupakan salah satu ternak pilihan sebagai sumber penghasilan.

Ikan nila umumnya hidup di sungai, danau, dan di kolam-kolam air tawar dengan ciri-ciri tubuh berbentuk pipih memanjang dan berwarna pitih kehitaman.

Kelebihan budidaya ikan nila adalah:
  1. Sifat pertumbuhan ikan nila relatif cepat.
  2. Ikan nila dapat hidup di perairan tawar dan payau.
  3. Ukuran tubuh ikan nila relatif besar, warna daging putih, rasanya enak dan tidak berduri.
  4. Ikan nila mudah dikembangbiakan serta mempunyai daya hidup yang tinggi.
  5. Budidaya ikan nila tergolong mudah dalam pemeliharaan, hal tersebut tidak terlepas dari sifatnya yang rakus terhadap limbah dan sisa makanan.

usaha budidaya ikan nila

Langkah-langkah pokok memulai budidaya ikan nila

1. Penyiapan Kolam/Bak
  • Kedalaman atau ketinggian kolam yang diperlukan sekitar 1,5meter. Bisa menggunakan kolam tanah atau berbahan semen.
  • Sebelum dipakai, kolam hendaknya dijemur lebih kurang selama 4-7 hari.
  • Berikan pupuk pada dasar kolam dengan pupuk kandang sekitar 250gr/m2; urea sekitar 60kg/hektar; pupuk TSP 40kg/hektar; KCL kurang lebih 45kg/hektar. 
  • Lakukan juga pengapuran dengan memberikan kapur tohor sekitar 150gr/m2 yang dicampur bersama pupuk kandang.
  • Isi air pada kolam sekitar 3/4.

2. Penebaran Benih Ikan
  • Siapkan benih-benih ikan nila dengan ukuran minimal 10gr per ekor.
  • Masukkan bibit ikan secara perlahan dan hati-hati.
  • Jumlah benih ikan yang baik berkisar 10 ikan untuk setiap meter persegi.

3. Pemeliharaan
Lama pemeliharaan dan pembesaran ikan nila berkisar antara 4 hingga 6 bulan. Selain menggunakan pakan ikan, bahan konsumsi bisa juga menggunakan sisa-sisa makanan rumah tangga.

4. Penyakit dan Pengendalian
Seperti hewan-hewan ternak lain, ikan nila juga menghadapi tantangan penyakit, antara lain penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hemorhagic septicemia yang dapat ditanggulangi dengan pemberian obat Oxytetracylin yang dicampurkan dalam pakan. Penyakit Fish Surunculosis yang bisa diberikan dengan obat Sulfamerancine.

Selain itu ada penyakit Pseudomonas yang ditandai dengan perut gembung, mata menonjol, dan luka bernanah. Penyakit ikan ini bisa dilenyapkan dengan pelarutan antibiotik di air kolam.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait