Pertimbangan dalam Memilih Nama Perusahaan

Salah satu bagian penting dalam membangun sebuah bisnis adalah memilih dan memberikan nama atau brand untuk usaha dan produk yang ditawarkan. Jika anda adalah calon seorang enterpreneur sejati, maka pepatah lama yang berbunyi “Apalah arti sebuah nama” harus dibuang jauh-jauh dari benak anda. Coba anda bayangkan, kata “Apple” dalam dunia bisnis, sekarang berharga triliunan rupiah. Jika anda ingin memiliki nama tersebut untuk nama perusahaan anda, maka bersiap-siaplah mengeluarkan uang segunung, karena lisensi nama “Apple” tersebut adalah sebuah perusahaan raksasa dunia yang telah melahirkan produk-produk berkelas seperti iPod, iPhone, iPad, komputer iMac, dan lainnya.

Bahkan jika anda coba-coba memberi nama perusahaan anda dengan merangkai kata Apple tersebut dengan kata lain, misalnya PT. Apple Star, maka meja hijau bisa saja menanti anda, karena dituduh mendompleng kepopulerannya. Jadi, nama atau identitas usaha adalah hal yang sangat penting.

nama perusahaan
Meskipun sekarang bisnis anda tergolong kelas kecil, bisa saja 5 atau 10 tahun mendatang, nama perusahaan anda bernilai milyaran rupiah. Artinya, hanya dengan menjual namanya saja (bukan isi perusahaan), anda bisa memperoleh uang yang banyak, karena nama tersebut dianggap telah populer di masyarakat. Jadi, jika anda masih belum punya nama atau brand untuk perusahaan baru anda, maka pikirkanlah secara cermat.

Untuk membuat sebuah nama perusahaan memang dapat dikatakan gampang-gampang susah. Tak jauh beda ketika kita akan memberikan nama untuk si buah hati atau binatang kesayangan kita. Untuk menentukan nama usaha anda, ada baiknya anda memperhatikan hal-hal berikut:
  • Nama perusahaan sebaiknya mudah diingat orang, meskipun agak panjang.
  • Nama perusahaan sebaiknya gampang diucapkan atau di eja orang. Jika target perusahaan anda adalah berskala internasional (global), maka pilih nama yang semua bangsa (India, China, Afrika, Latin, Inggris, Rusia, Jepang, dsb) gampang mengucapkannya, contohnya “Casio” atau Toyota. Contoh nama yang sulit atau sering salah dieja oleh banyak bangsa misalnya ada kata “Putra” (bisa dibaca patre) atau “Cemerlang” (bisa dibaca simerleng).
  • Nama perusahaan yang anda pilih masih available, artinya belum digunakan oleh orang lain dan tidak memiliki kemiripan dengan nama perusahaan lain, apalagi jika bidang usaha yang sejenis. Hal tersebut menyangkut legalitas hukum. Untuk mengetahui ketersediaan nama tersebut, anda bisa cari lewat mesin pencari di internet dan juga mengunjungi situs Deperindag serta Dirjen HAKI.
  • Nama perusahaan harus sesuai dengan undang-undang dan tidak memiliki kesan yang buruk (berbahasa negatif) di mata masyarakat.
  • Nama perusahaan hendaknya unik dan beda dari yang lain, sehingga memiliki impresi yang atraktif bagi orang yang mendengar atau membacanya.

Dalam menentukan nama yang tepat dan terbaik untuk bisnis anda, anda bisa belajar dari sejarah pemberian nama perusahaan-perusahaan besar yang kini telah eksis. Latar belakang pemilihan dan pemberian nama perusahaan biasanya didasarkan atas:

1. Kesesuaian dengan bidang bisnis anda
Untuk memberikan nama perusahaan, banyak orang biasanya memilih kata-kata yang menggambarkan atau mendeskripsikan bidang usahanya, misalnya usaha percetakan diberi akhiran nama “printing”, bisnis teknologi diberi label “Tech”, dan perusahaan penyewaan mobil diberi nama ‘trans”.

2. Latar belakang histori
Latar belakang historis artinya nama perusahaan tersebut dipilih karena berkaitan dengan sejarah awal terbentuknya perusahaan tersebut. Banyak perusahaan yang melakukan hal ini, salah satunya adalah Nokia yang pada awalnya adalah sebuah perusahaan kertas yang didirikan di dekat sungai Nokianvirta. Atau juga nama perusahaan “Apple” tercetus ketika sang pendiri, Steve Jobs sedang makan buah apel.

3. Memiliki maksud, idealisme dan nilai filosofi tertentu
Banyak pengusaha yang memberi nama perusahaan atau produknya yang mengandung ragam makna dan filosofi tertentu yang mampu menjadi daya tarik bagi konsumen. Misalnya saja, nama Sanyo dalam bahasa Jepang bermakna tiga lautan, artinya sang pendiri perusahaan ingin menjual produknya melalui 3 jalur yaitu samudra Pasifik, Hindia dan Atlantik untuk mencapai seluruh dunia. Google yang berasal dari kata “googlo” mempunyai makna angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol, yang mencerminkan bahwa mesin pencari Google mampu memberikan hasil pencarian yang banyak dalam dunia internet (search engine).

4. Merupakan sebuah akronim
Jika anda sulit menentukan nama untuk usaha anda, maka gunakan saja akronim dari nama-nama pendiri perusahaan atau singkatan dari kalimat usaha anda. Banyak perusahaan dunia yang melakukan hal tersebut, diantaranya HP (Hewlett Packard) yang berasal dari nama sang pendiri Bill Hewlett dan David Packard, Benq dari kalimat “bringing enjoy and quality to life”, serta Tosibha berasal dari gabungan nama merger dua perusahaan yaitu Tokyo Denki dan Shibaura Seisakusho.

5. Menyamakan nama perusahaan dengan nama produk
Untuk menciptakan image yang kuat, banyak perusahaan yang menyamakan nama perusahaan dengan produk-produk yang diciptakan. Hal tersebut juga bertujuan agar konsumen lebih mudah mengingat dan fokus pada satu nama, misalnya PT. Wings menciptakan produk Wings Biru dan Samsung dengan produk Samsung TV LED. Namun hal ini memiliki kelemahan tersendiri, khususnya bagi perusahaan yang belum besar. Ketika konsumen mulai bosan dengan brand tersebut atau merek tersebut kurang laku dipasaran, maka kemungkinan tradisi penggunaan satu nama tersebut bisa terabaikan (diingkari oleh diri sendiri) demi menciptakan produk dengan merek baru yang lebih menjual (fresh).

Oke sobat enterpreneur, demikian hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan ketika anda akan memilih dan memberikan nama perusahaan atau bisnis anda. Jika telah mendapatkan inspirasi dan menemukan nama yang tepat, segeralah daftarkan, paling tidak membeli nama domain (nama website) sebagai investasi awal bagi bisnis anda. Salam kerja & usaha!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait