Membuat Mesin Penetas untuk Peternakan Ayam


Mesin penetas merupakan salah satu peralatan penting bagi usaha peternakan ayam dan itik. Mesin tersebut berguna untuk membantu proses penetasan telur yang nantinya akan menjadi bibit ternak agar lebih maksimal. Untuk membuat mesin tetas sederhana tidaklah terlalu sulit. Berikut adalah langkah-langkah yang mesti anda lakukan:

mesin tetas telur
Ilustrasi : mesin tetas telur

Peralatan yang Dibutuhkan
  • Peti kayu berukuran 80x120x40 cm. Dinding peti berbahan triplek yang dibuat dua lapis dengan jarak antar lapis 3 cm. Peti dilengkapi dengan rak telur yang dibuat dari kawat ram yang diletakkan sekitar 5cm di atas dasar peti.
  • Lubang ventilasi dibuat dengan diameter 1cm yang bertujuan untuk sirkulasi udara. Pada masing-masing dinding dibuat dua lobang dan lima lobang pada bagian atas peti.
  • Sumber panas berasal dari sepuluh lampu berkekuatan 5 watt.
  • Bak air terbuat dari seng atau berbahan plastik berukuran 30x30x2 cm. Bak air ini diletakkan di bawah peti penetas dengan tujuan untuk menjaga kelembaban udara ruang penetas. 
  • Diperlukan juga termometer ruangan yang berguna mengetahui kondisi suhu ruang penetas.
  • Kapasitas telur yang bisa ditampung sekitar 250 butir.

Persiapan Penggunaan Mesin
  • Sebelum siap dipakai, mesin penetas buatan ini perlu disterilkan dengan cara mencucinya dengan air panas.
  • Bak air yang berguna sebagai pemberi kelembaban diisi dengan air hangat kemudian ditutup dengan kain hingga kainnya dapat terendam.
  • Mesin tetas dicoba selama 24 jam untuk memperoleh temperatur yang stabil, yaitu sekitar 55-57°C.

Pelaksanaan

Hari ke 1 :
Telur-telur yang akan ditetaskan dimasukkan pada pagi hari, dengan ketentuan bagian ujung telur berada di bawah dan bagian tumpul telur pada posisi atas. Sudut kemiringan telur sekitar 40 derajat. Ventilasi ditutup selama 2 hari.

Hari ke 3 :
Telur di putar 3 kali dalam sehari, yaitu jam 7 pagi, jam 11, dan jam 4 sore. Saat proses pembalikan atau pemutaran telur, telur jangan dikeluarkan dari mesin penetas.

Hari ke 4 :
Telur dibalik dan didinginkan selama 15 menit, ventilasi dibiarkan dibuka 1/4 bagian.

Hari ke 5 :
Telur dibalik dan didinginkan sebentar, ventilasi dibuka 1/2 bagian.

Hari ke 6 :
Lakukan hal yang sama, ventilasi dibuka 3/4 bagian.

Hari ke 7 :
Telur dibalik dan didinginkan kemudian ventilasi dibuka seluruhnya. Telur-telur diterawang dengan menggunakan lampu senter di ruang gelap untuk mengetahui telur-telur yang kosong atau rusak. Jika hasil terawang memperlihatkan telur tersebut jernih, berarti kosong dan perlu disingkirkan.

Hari ke 8-13 :
Telur dibalik dan didinginkan

Hari ke 14 :
Telur dibalik dan didinginkan, kemudian diterawang lagi guna mengecek bibit telur. Telur yang bagus (hidup) akan nampak jaring-jaring pembuluh bercabang.

Hari 15-18 :
Telur dibalik dan didinginkan

Hari ke 19 :
Pada hari ini telur mulai retak. Gantunglah kain basah guna menambah kelembaban velara mesin.

Hari ke 20 :
Telur mulai menetas

Hari ke 21 :
Telur telah menetas, singkirkan bak air dari mesin penetas.

Hari ke 22 :
Anak ayam dikeluarkan dan dipindahkan ke peti induk buatan.

Demikian sekilas tentang cara dan penggunaan mesin tetas telur buatan sendiri. Dengan memproduksi mesin tetas telur sendiri tentu dapat menekan biaya produksi usaha ternak ayam. Di pasaran, harga sebuah mesin tetas biasanya berkisar antara 300 ribu hingga 4 juta rupiah per unit, bergantung kapasitasnya.

Artikel Terkait