Bisnis Kuliner Pizza Keliling


bisnis pizza
Siapa yang tak mengenal Pizza? Walaupun makanan ini berasal dari Italia, namun hampir sebagian besar masyarakat Indonesia telah akrab dengan nama makanan ini. Selain rasanya yang enak, Pizza cenderung memberi kesan sebagai makanan mewah ala kebarat-baratan. Oleh karena itu, makanan ini banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai ekonomi kelas bawah hingga kalangan atas, mulai anak-anak hingga manula senang makan pizza. Berlatar belakang hal tersebut, maka peluang usaha membuat pizza menjadi salah satu menu favorit dalam membangun sebuah bisnis kuliner di Indonesia. Agar usaha ini cepat memperoleh pelanggan, maka ada baiknya melakukan penjualan model jemput bola, yaitu berkeliling mendatangi pusat-pusat keramaian, seperti terminal, depan perkantoran, keliling perumahan, dan sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar tidak kalah dalam kompetisi usaha dengan para produsen pizza kelas kakap yang sudah menyediakan layanan pesan antar. Lalu apa saja yang mesti perlu dipersiapkan?
  1. Booth atau pakai gerobak
  2. Kompor
  3. Pan dan loyang
  4. Bahan pembuat pizza
  5. Kemasan pembungkus

Bagaimanakah cara kerjanya?
Dalam booth ataupun gerobak usaha, kita letakkan kompor gas yang akan digunakan untuk membuat pizza. Biasanya pizza dibuat di dalam oven, namun agar lebih praktis dan hemat, kita gunakan kompor dan pan sebagai media pengovenan. Cara pembuatan pizza ada pada bagian bawah. Dalam prosesnya, lebih baik menggunakan bahan setengah matang terutama untuk bagian isi pasta atau topping agar lebih cepat melayani konsumen, misalnya untuk daging dan ikan. Pizza standard biasanya berukuran diameter 20cm dengan harga 30ribu hingga di atas 50ribu rupiah. Dengan beragam inovasi, anda bisa membuat ukuran pizza yang lebih kecil sehingga harga bisa lebih terjangkau untuk konsumen berekonomi menengah ke bawah. Salah satu kunci keberhasilan dalam persaingan usaha kuliner pembuatan pizza adalah kreatifitas rasa. Jadi sebelum terjun memulai bisnis ini, ada baiknya melakukan try & error dalam membuat resep pizza yang paling maknyusss!

Demikian sekilas kiat usaha membangun bisnis kuliner pembuatan pizza yang dipasarkan dengan berkeliling menjangkau pelanggan. Dengan modal awal sekitar 3-5 juta rupiah, usaha ini sudah dapat dilaksanakan. Sebagai pelengkap inspirasi usaha anda, berikut disajikan cara pembuatan pizza.

Bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain:
Bahan untuk kulit pizza : tepung terigu 250 gr, gula pasir 20 gr, minyak goreng 25 gr, ragi instan 1 sdt, air es 1 gelas, garam 1 sdt. Bahan untuk saus pizza : tepung terigu 3 sdm, keju cheddar parut 20 gr, bawang bombay ¼ buah, susu cair satu gelas,margarin 2 sdm, garam ½ sdt, merica bubuk dan pala bubuk masing-masing ¼ sdt. Bahan untuk topping (isi) pizza : ayam cincang 100 gr yang telah ditumis bersama garam; paprika hijau ½ buah yang dipotong bentuk kotak; sosis ayam 1 buah yang dipotong kecil-kecil; keju mozarella 100 gr diparut kasar.

Cara pembuatannya :
Pertama buat saus pizza dengan cara menumis irisan bawang bombay dengan margarin, ditambah tepung terigu hingga terasa mengental. Kemudian masukkan susu cair perlahan-lahan, merica bubuk, pala, garam, dan keju parut. Aduk hingga licin dan meletup-letup. Lalu tuangkan ke suatu wadah.
Kedua buat kulit pizza, caranya mencampurkan tepung terigu, gula pasir, dan ragi instant hingga adonan rata. Selanjutnya tuangkan air es dan aduk (uleni) adonan hingga menjadi legit dan kalis. Tambahkan juga garam dan minyak goreng, lalu uleni terus hingga adonan menjadi elastis. Setelah itu diamkan adonan sekitar setengah jam. Langkah berikutnya adalah membagi adonan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki (misalnya @ 10gr). Bentuk bulat-bulat, lalu giling agar menjadi pipih berbentuk bundar. Bahan mentah tersebut siap dipakai untuk melayani konsumen yang memesan. 
Saat pembeli ingin memesan sepotong pizza, maka bahan kulit pizza tersebut tinggal ditambahkan saus pizza dan bahan-bahan topping pizza, kemudian panggang menggunakan pan tertutup dengan api agak sedang. Jika keju telah meleleh dan kulit pizza terlihat kecoklatan, maka keju telah siap disajikan atau dimasukkan ke dalam kemasan.

Artikel Terkait