5 Perusahaan yang Bangkit dari Kebangkrutan

Perkembangan dan kompoetisi bisnis usaha membuat dinamika usaha menjadi penuh fluktuasi. Meskipun saat ini tengah berada pada kondisi stabil, esok ataupun tahun mendatang bisa saja dalam keterpurukan.

Sebagai enterpreneur sejati, bukan masalah kebangkrutan yang banyak dipelajari, tetapi bagaimana cara agar bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Dengan kemampuan sumber daya usaha yang dimiliki, ditambah insting bisnis yang baik, banyak perusahaan-perusahaan yang bisa mengembalikan kepercayaan diri dan bebas dari kebangkrutan. Berikut lima perusahaan dunia yang pernah terjungkal lalu berhasil bangkit dari kebangkrutan:

1. Japan Airlines (JAL)
JAL
Pada tahun 2010, JAL mengalami kebangkrutan, dan tercatat sebagai salah satu kegagalan perusahaan besar milik Jepang. Ketika itu, Japan Airlines menyerahkan berkas perlindungan pailit kepada pemerintah Jepang. Namun, pada awal tahun 2012 perusahaan ini berhasil mencatat keuntungan sebesar US$ 2,3 milyar sehingga berhasil dari keluar masa-masa sulit tersebut. Selain terbantu oleh naiknya nilai tukar mata uang yen terhadap dollar dan euro, JAL melakukan berbagai strategi diantaranya melakukan pemotongan anggaran dengan meminjamkan pilot ke maskapai penerbangan lain dan mengurangi jumlah penerbangan pada rute yang kurang menguntungkan.

2. Lehman Brothers Holdings Inc.
Lehman Brothers
Pada tahun 2008, Lehman Brothers Holdings tercatat mengalami kebangkrutan akibat krisis keuangan global. Pada awal tahun 2012, perusahaan lembaga keuangan asal Amerika tersebut berhasil keluar dari perlindungan kepailitan chapter 11 dan mampu membayar hutang kreditur sebesar US$ 450 milyar. Lehman Brothers Holdings dianggap sebagai biang krisis dunia setelah aset-aset kredit properti yang ia danai mengalami kemacetan.

3. Apple Inc.
brand apple
Apple, Inc merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan yang telah banyak menciptakan gadget-gadget inovatif tersebut, saat ini telah memiliki aset milyaran dollar Amerika. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1977 tersebut pernah terjatuh dalam jurang kebangkrutan karena produk-produk yang dihasilkan gagal di pasaran. Kemudian salah satu pendirinya, Steve Jobs memutuskan hengkang dari perusahaan tersebut dan mendirikan perusahaan sendiri Next.Inc. Perusahaan milik Steve Jobs tersebut kemudian bergabung dengan Apple dan Jobs ditunjuk sebagai CEO. Sejak saat itu perusahaan tersebut mampu bangkit dan menguasai pangsa pasar komputer dan gadget dunia.

4. General Motors
GM
General Motors adalah salah satu perusahaan mobil Amerika Serikat. Saat negara Paman Sam tersebut mengalami badai krisis keuangan, GM ikut terkena imbasnya sehingga dinyatakan pailit hampir 16 bulan. Dengan bantuan financial dan berbagi strategi bisnis, perusahaan yang bermarkas di Michigan tersebut berhasil keluar dari kebangkrutan dan mampu kembali dalam lantai bursa saham di Wall Street.

5. PT. Dirgantara Indonesia (DI)
PT. DI
PT. Dirgantara Indonesia merupakan industri pesawat terbang milik pemerintah Indonesia yang awalnya didirikan tahun 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Perusahaan ini telah memproduksi berbagai jenis pesawat terbang termasuk juga helikopter. Pada tahun 1998 di saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, perusahaan ini nyaris bangkrut. Kemudian setelah melakukan berbagai strategi, rektrurisasi dan bantuan dari pemerintah, perusahaan yang berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia tahun 2000 tersebut berhasil bangkit dari keterpurukan.

Artikel Terkait