Waralaba Bidang Pendidikan


Bisnis model franchise (waralaba) nampaknya menjadi salah satu cara dalam pengembangan jaringan usaha. Bukan hanya pada sektor industri makanan dan jasa saja yang banyak menerapkan bisnis franchise, sektor pertanian dan pendidikan pun juga diwaralabakan. Di Indonesia, ada banyak perusahaan atau lembaga pendidikan yang mengkemas bisnisnya dalam konsep waralaba, antara lain:

franchise pendidikan

1. Pingu’s English
Pingu’s English merupakan sebuah pusat kursus pelatihan Bahasa Inggris yang dikhususkan kepada anak-anak usia 2 hingga 7 tahun. Pingu’s English menghadirkan proses pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan untuk peningkatan kemampuan berbahasa anak. Dengan model pembelajaran yang inovatif dan berstandard internasional, Pingu’s English menjanjikan kepada para peserta kursus akan kualitas belajar-mengajar yang bermutu. Di dunia, Pingu’s English telah hadir di 18 negara dengan total pusat pelatihan sekitar 60 center. Lisensi Pingu’s English di Indonesia dipegang oleh PT Impact Teching Center. Untuk ikut bergabung dalam bisnis pusat kursus Pingu’s English ini di wilayah anda, dibutuhkan modal awal sekitar 900 juta rupiah, yaitu untuk biaya royalti, renovasi tempat, pengadaan materi dan perlengkapan.

2. “Sampai Bisa” Training Center
“Sampai Bisa” Training Center merupakan sebuah tempat pelatihan di bidang pemrograman komputer, khususnya untuk para pemula. Franchise “Sampai Bisa” Training Center didirikan pada tahun 2012. Modal awalnya sekitar sekitar 12 jutaan rupiah yang digunakan untuk investasi awal dan biaya perlengkapan serta modul panduan (SOP).

3. Saint Anna Education
Untuk berbisnis waralaba Saint Anna Education, dibutuhkan modal awal sekitar 150 juta rupiah. Saint Anna Eduction merupakan pusat pelatihan/kursus bagi anak-anak SD hingga SMA dengan berbagai program unggulan, misalnya kursus bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Bimbel, kursus komputer, dan juga playgroup dengan berstandar Singapura dan Internasional.

4. Tiara Bimbingan Belajar
Yayasan Mutiara Ilmu memberikan peluang untuk berbisnis dalam bidang pendidikan dengan mendirikan Tiara Bimbingan Belajar. Hingga awal tahun 2013 ini, franchise yang lahir di Palangkaraya ini telah memliki 9 gerai pusat belajar. Segmen usia yang menjadi target bimbingan adalah TK dan SD dengan materi pelajaran untuk Calistung, IPA, IPS, Matematika Sempoa, dsb. Modal awal yang dibutuhkan sekitar 80 jutaan rupiah.

5. Robota Robotics School
Sesuai dengan namanya, pusat pendidikan dan pelatihan Robota Robotics School adalah tempat bagi anak-anak yang gemar dalam teknologi robot. Franchise yang dimiliki oleh PT. Robota Indonesia tersebut memberi peluang kepada masyarakat umum yang ingin terjun berbisnis membangun pusat pendidikan robotic dengan modal minimal sekitar 215 juta rupiah.

6. Happy Bear Group
Happy Bear Start Up Kit adalah sebuah waralaba yang menyasar pada pendidikan anak usia dini. Happy Bear Start Up Kit yang dimiliki oleh Yayasan Belajar Aktif menawarkan konsep franschise kepada anda yang berminat membangun pusat pendidikan bagi anak usia dini (1-6 tahun). Jumlah modal minimal yang diperlukan sekitar  75 juta rupah.

7. Lembaga Pendidikan Bina Ilmu (LPBI)
LPBI telah berdiri sejak tahun 2009dan hingga tahun 2013 telah ada sekitar 15 gerai (franchisee). Program menarik yang ditawarkan pada konsumen (peserta bimbel) antara lain pelatihan program komputer, calistung, kursus bahasa asing, seni lukis, dsb, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Biaya franchise fee yang dikenakan sekitar 35 juta rupiah.

8. LP3I
LP3I Course Center merupakan sebuah tempat pelatihan kursus dan bimbingan pendidikan yang sudah berdiri sejak tahun 1989. LP3I merupakan salah satu lembaga pendidikan dan kursus yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Hingga kini telah ada sekitar 83 pusat pelatihan LP3I di Indonesia. Sasaran pemasaran dalam LP3I Course Center menyangkut berbagai program unggulan seperti kursus bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Komputer Multimedia, Public Relation, Bimbel Siswa SD-SMA, hingga aplikasi Bisnis dan Industri. Modal minimal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi mitra LP3I Group sekitar 750 juta rupiah.

9. ILP (International Language Programs)
ILP juga merupakan salah satu pusat pendidikan bahasa yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia. Berdiri sejak 1977, ILP yang dimiliki oleh PT. Intisari Langkah Posisitf tersebut telah mempunyai jumlah gerai sekitar 35 tempat. Program kursusnya mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris bagi peserta mulai dari anak-anak hingga pelatihan bahasa bagi para bisnisman. Modal minimal yang diperlukan sekitar 700 juta rupiah.

10. Franchise Pendidikan yang Lain
Selain yang tersebut di atas, ada beberapa lagi waralaba di sektor pendidikan/ pelatihan, yaitu :
  • IBSC TV Presenter, pusat pelatihan menjadi presenter televisi (modal awal Rp 100 juta)
  • LP3T Nurul Fikri, kursus pelatihan komputer program Windows & Linux (modal awal Rp 300 juta)
  • Ayo Pintar, bimbingan belajar internasional untuk SD-SMA (modal awal Rp 150 juta)
  • Mindlab, bimbingan belajar dan keterampilan hidup untuk anak sekolah (modal awal Rp 500 juta)
  • Teknos Genius, kursus dan pelatihan serta bimbel (modal awal Rp 130 juta)
  • Bimbel ENS, bimbingan belajar spesialis Sekolah Tinggi Akutansi Negara (modal awal Rp 80 juta)
  • Al-jabr Easy Math, bimbingan belajar matematika (modal awal sekitar Rp 20 juta)
  • EF English First, bimbingan & kursus bahasa Inggris (modal awal sekitar Rp 1,5 milyar)
  • KidzArt, bimbingan dan pelatihan seni lukis/gambar (modal awal sekitar Rp 100 juta)
  • British 5 International, bimbingan kursus pelatihan bahasa Inggris (modal awal sekitar Rp 200 juta)
  • International Institute of Avatiation & Management, sekolah pelatihan terkait transportasi udara (modal awal Rp 300 juta)
  • International Education Center, pendidikan kursus bahasa Inggris (modal awal Rp 150 juta)
  • Easy English Center, kursus pendidikan bahasa Inggris (modal awal Rp 20 juta)

Artikel Terkait