Plus Minus Menjual Handphone China

Pangsa pasar handphone merek lokal (made in China) di Indonesia telah mampu merebut porsi hampir 30% dari vendor - vendor hp kelas kakap yang dulu sempat menguasai market gadget di Indonesia, sebut saja diantaranya Nokia, Lg, Samsung, Blackberry, dan Sony. Dengan harga tawaran yang lumayan miring, ditambah kemasan produk yang memiliki fitur-fitur yang hampir mirip dengan handphone - handphone kelas atas tersebut, menjadikan ponsel-ponsel buatan China tersebut menjadi pilihan menarik bagi sebagian konsumen Indonesia.

Walaupun mutu bahan dan otak ponsel tersebut boleh dibilang kwalitas 2, tapi dengan tambahan fitur double simcard dan TV analog, menjadi Hp produksi China sangat atraktif bagi masyarakat yang punya budget pas-pasan. Sebenarnya, ponsel-ponsel China yang dikenal masyarakat tersebut dapat dikategorikan dalam tiga jenis yaitu:
    menjual hp china
  • Jenis pertama adalah handphone yang bahan dan sparepartnya diimport dari China kemudian dirakit oleh pekerja-pekerja Indonesia. Selanjutnya dipasarkan ke pasar Indonesia dengan memakai merek lokal (dalam negeri). Contohnya adalah Nexian. 
  • Jenis yang kedua handphone jadi (siap pakai)  yang diimport dari China, Taiwan, atau Thailand dan kemudian di Indonesia diberi label merek/brand lokal sesuai dengan keinginan perusahaan lokal pengimport tersebut. Contohnya adalah Hi Tech dan K-Touch. 
  • Handphone jenis ketiga adalah ponsel yang diimport dari China yang sudah mempunyai merek (brand) dari perusahaan asalnya, misalnya Huawei dan ZTE.

Di wilayah pinggiran dan pedesaan, ponsel Made In China tersebut sangat diminati. Melihat kondisi tersebut, banyak counter-counter handphone yang mengambil peluang bisnis ini untuk menjual produk-produk China tersebut, disamping juga mereka berbisnis pulsa Hp. Para pemeilik gerai hp kelas kecil biasanya memilih menjual produk ponsel China karena lebih laku dengan modal yang tidak terlalu besar.

Dengan membeli ponsel dalam jumlah party 10 – 20 pcs di sebuah distributor, mereka akan mendapat potongan harga hingga 10-15%. Mengingat persaingan pasar yang cukup ketat, banyak distributor ponsel China yang mendatangi langsung ke gerai-gerai Hp untuk menawarkan produk ponsel China sekaligus juga assesorisnya, seperti sarung Hp, baterai, Charge, gantungan handphone, dan sebagainya, sehingga para pemilik counter/toko hp hanya perlu menunggu tawaran mereka.

Selain harus membeli dalam jumlah tertentu, ada juga beberapa distributor yang menawarkan penjualan produknya dengan cara yang berbeda, yaitu memberikan bonus hp jika mampu menjualkan produknya dalam jumlah tertentu. Seorang teman yang mempunyai kios ponsel kecil-kecilan, pernah mendapatkan satu buah handphone setelah dalam satu bulan berhasil menjualkan 12 ponsel dari distributor yang menitipkan barangnya tersebut. Untuk menjaga kepercayaan, ia dan perwakilan distributor tersebut terlebih dahulu menandatangani surat perjanjian. Konsep penjualan seperti itu sangat membantu sekali bagi pemilik toko handphone yang bermodal kecil. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pemilik gerai (toko) yang menjual handphone merek China, ada beberapa plus minus  yang mereka dapatkan, diantaranya:

Plus (Keuntungan)
  • Modal lebih sedikit karena harga ponsel China rata-rata murah.
  • Terdapat aneka merek dengan variasi model yang beragam sebagai alternatif pilihan konsumen. Kunci sukses lakunya hp China adalah harga miring dengan model yang terkesan elit walapun fitur-fiturnya standard. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi konsumen yang memiliki anggaran yang minim namun ingin tetap tampil pede.
  • Dalam rentang waktu yang lama, selisih penurunan harga pada produk Hp lokal tidak terlalu besar. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh harga dasarnya yang murah. Hal ini berbeda dengan ponsel-ponsel merek global seperti Nokia dan Samsung. Jika dalam waktu 6 bulan, ponsel tersebut tidak laku dijual, maka selisih harga saat anda membeli pada 6 bulan lalu dengan harga sekarang sangat jauh berbeda. Hal tersebut yang membuat sebagian pemilik counter hp tidak berani stok ponsel merek global tersebut dalam jumlah besar. Misalnya sebuah ponsel Android merek Samsung pada saat peluncuran perdana harga barunya 2 jutaan, 6 bulan kemudian harga barunya menjadi 1,7 juta rupiah. Jika anda memiliki modal minim dan termasuk counter kelas kecil, maka menyetok ponsel merek global dalam jumlah besar cenderung sangat beresiko mengalami kerugian.  

Minus (Kerugian)
  • Banyaknya variasi model dan merek membuat sulit menentukan produk mana yang memiliki kualitas baik. Para konsumen sering mengeluh setelah membeli ponsel lokal karena ternyata sering mengalami trouble. Untuk mengatasi hal tersebut, anda harus bisa sedikit reparasi handphone.
  • Sulit memilih untuk menjual sparepart dan asesoris karena banyaknya model dan merek handphone lokal.
  • Stigma sebagian masyarakat bahwa hp China kualitasnya sangat buruk. Hal tersebut menjadi kendala dalam memasarkan ponsel tersebut di wilayah yang masyarakatnya lebih mengutamakan kualitas daripada harga.
  • Service center dari vendor Hp merek lokal masih terbatas jumlahnya. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait