Kendala dan Tips Menjadi Sub Agen Gas Elpiji


tips dan kedala menjadi agen lpg
Menjalani bisnis menjadi sub agen (pangkalan) tabung gas lpg 3kg memang cukup menjanjikan, apalagi para pelaku bisnis ini masih belum banyak digeluti oleh warga masyarakat. Usaha perdagangan yang diibaratkan sebagai melon ijo ini begitu menggiurkan keuntungannya. Namun dalam pelaksanaannya, usaha ini sering mengalami beberapa kendala dalam memajukannya. Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para sub agen (pangkalan) gas lpg antara lain:
  1. Masih adanya stigma negatif atau kesan sebagian masyarakat yang mengganggap penggunaan kompor dengan bahan gas lpg sangat berbahaya. Hal ini banyak dijumpai di wilayah pedesaan, sehingga sebagian warganya lebih memilih untuk menggunakan kayu bakar untuk memenuhi keperluan masak-memasak mereka. Ini merupakan sebuah tantangan yang harus dipecahkan oleh para agen pangkalan di daerah-daerah guna memperluas pasar.  
  2. Jalur distribusi tabung gas lpg yang terkadang tidak lancar terutama untuk daerah-daerah terpencil sehingga terkadang satu dua minggu stock belum datang dari agen utama. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya cuaca dan keadaan alam yang menyebabkan transportasi yang tidak lancar, perbaikan pada sumber bor atau perawatan depot pertamina sehingga produksi berkurang untuk sementara waktu, ataupun agen lpg anda mengurangi jumlah pesanan karena alasan tertentu.
  3. Resiko kerusakan/bocornya tabung gas lpg saat proses bongkar muat. Sering kali para petugas bongkar muat barang (tabung) kurang memperhatikan cara pendistribusian yang baik, sehingga tanpa disadari terjadi kebocoran kecil pada beberapa tabung gas. Hal ini selain mengurangi jumlah takaran yang dibeli konsumen, juga bisa berbahaya bagi keselamatan gudang anda dari adanya ledakan. Untuk itu, diperlukan kepekaan dalam mengecek tabung-tabung yang masih bagus, dan segera laporakan ke agen jika dijumpai beberapa tabung yang tidak layak edar.
  4. Modal yang dibutuhkan lumayan besar, seperti pembuatan gudang yang aman, persediaan stock tabung (100 tabung x Rp 150.000 = 15 juta rupiah), dan memiliki kendaraan angkut untuk pendistribusian ke pelanggan anda (toko/warung/pengecer/konsumen akhir). 
  5. Keluhan dari warga sekitar tentang ketidaknyaman ketika terjadi proses bongkar muat terutama tempat usaha yang berdampingan dengan rumah penduduk. Maka, usahakan lakukan proses bongkar muat tidak di saat jam-jam untuk istirahat, serta lengkapi pangkalan anda dengan berbagai surat izin, misalnya Surat izin gangguan usaha (HO). 

Tips usaha
Untuk semakin meningkatkan usaha penjualan tabung gas tersebut, anda bisa mempraktikan beberapa tips umum berikut ini:
  1. Anda sebaiknya mampu memberi informasi dan edukasi kepada pelanggan tentang cara menggunakan kompor lpg dengan aman, cara mengganti tabung gas, cara perawatan dan info-info yang berguna lainnya untuk para konsumen. Dengan demikian mereka akan mengenal dan mempercayakan pada perusahaan anda sebagai salah satu tempat yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan mereka terkait dengan urusan gas lpg.
  2. Untuk menambah celah pemasukan, anda juga boleh melengkapi usaha anda dengan menjual assesoris untuk kompor lpg, misalnya menjual regulator, selang gas, atau detektor gas lpg.
  3. Lakukan promosi dan jual dengan harga yang kompetitif.
  4. Agar tidak kalah dalam persaingan, lakukan sistem jemput bola dengan cara mendistribusikan langsung ke pengecer dan warung-warung.
  5. Menjalani usaha dengan ujur untuk membangun citra positif. Hindari tindakan mencari keuntungan dengan cara ilegal (melanggar hukum) seperti suntik tabung untuk mengurangi isi tabung gas lpg.  

Demikian sekilas tips membangun usaha menjadi pangkalan gas lpg khususnya ukuran 3 kg. Semoga bermanfaat, salam sukses!

Artikel Terkait