Celah Bisnis Menjadi Agen Kurir Tiki JNE

usaha agen tiki jne
TIKI JNE atau Titipan Kilat Jalur Nugraha Ekakurir adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang (kurir). PT Tiki JNE telah berdiri sejak tahun 1990 oleh Soeprapto Suparno dan kini telah memiliki sekitar 835 gerai di seluruh Indonesia. Jasa Titipan Kilat JNE merupakan salah satu jasa pengiriman barang terbaik di Indonesia. Banyak warga dan perusahaan yang mempercayakan jasa pengiriman baranngya kepada Tiki JNE, selain juga menggunakan jasa POS Indonesia. Untuk memperluas  dan mengembangkan bisnis ekspedisi tersebut, PT Tiki JNE telah membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk menjadi bagian dalam usaha mereka, yang disebut dengan agen TiKi.

Agen Tiki bertugas menyiapkan lokasi (gedung kecil) untuk tempat penyimpanan barang-barang yang dititipkan oleh konsumen. Kemudian mobil ekspedisi Tiki akan menjemput barang tersebut untuk dikirimkan ke alamat yang dituju di seluruh Indonesia. Jadi agen Tiki hanya bertugas menunggu para konsumen menitipkan barangnya (namun lebih baik jemput bola), mengamankan barang titipan tersebut, kemudian setelah barang tersebut dijemput dan dikirimkan oleh petugas kurir, maka agen akan mendapat keuntungan berupa persentase. 

Apa saja yang diperlukan untuk menjadi agen Tiki JNE?
Siapkan modal usaha sekitar 50 jutaan rupiah, yaitu untuk pembayaran ke kantor pusat JNE sekitar 8,5 juta rupiah (biaya administrasi dan jaminan), dan sisanya untuk biaya renovasi gedung, beli perlengkapan (timbangan, layanan telepon, dll) serta biaya operasional. Lokasi harus strategis dan berada di pusat keramaian. Luas gedung yang diminta minimal 3x6 m² dangan menggunakan dinding kaca pada bagian depan. Memiliki lahan parkir luas, minimal dapat menampung dua buah mobil.

Mengajukan permohonan Keagenan Cash Counter ke JNE Kantor Pusat Jakarta dengan melampirkan Akta pedirian perusahaan (CV/PT/Koperasi), Surat Domisili Perusahaan, KTP Penanggung Jawab, SIUP & NPWP, Denah lokasi dan foto gedung yang akan dijadikan gerai, dan beberapa dokumen lainnya.

Kemudian kantor cabang di daerah anda akan melakukan survey kelayakan tempat gerai tersebut. Jika diterima, maka anda wajib menyiapkan minimal dua orang karyawan lulusan SMA guna ditraining oleh pihak JNE menjadi tenaga kurir profesional bagi gerai anda. Tenaga kurir tersebut bertugas menjemput dan melakukan pengiriman barang dari konsumen yang berada di wilayah gerai tersebut.

Dalam pelaksanaannya, ada target minimal yang harus dicapai oleh agen Tiki JNE. Misalnya pada masa percobaan 3 bulan pertama, agen wajib memenuhi target penjualan sebesar 5 juta rupiah (untuk 3 bulan). Pada bulan ke 4 dan seterusnya wajib mencapai target penjualan 5 juta/bulan. Jika dalam masa 1 tahun tidak mampu memenuhi target tersebut, maka kantor pusat berhak melakukan peninjauan kembali kerjasama keagenan tersebut.

Persentase yang akan diperoleh agen sekitar 22% jika mampu mencapai target 5 juta rupiah/bulan. Semakin besar penjualan (transaksi) yang dicapai agen, maka semakin tinggi perhitungan persentase yang akan diberikan perusahaan (25% hingga 27%).

Menjadi agen usaha tersebut, bukanlah hal yang gampang. Anda juga harus menanggung biaya opersional sendiri, misalnya biaya transportasi penjemputan barang, pengepakan barang, gaji pegawai, dan sebagainya. Selain itu, anda harus aktif melakukan promosi, sistem jemput bola, menjaga standar usaha sesuai persyaratan JNE dan menjaga kepuasan konsumen. Namun jika wilayah anda memiliki penduduk yang padat atau sebagai sentra ekonomi, maka menjadi mitra JNE memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Untuk info yang lebih detail, silahkan berkunjung ke situs perusahaan tersebut (www.jne.co.id).

Artikel Terkait