Perluas Usaha Anda Dengan Kredit Usaha Rakyat

Dalam perjalanan usaha yang telah kita rintis, mungkin kita tak menyangka bahwa usaha yang kita bangun ternyata telah melesat dengan pesatnya. Bisnis yang kita bangun dan gerakkan hingga sekarang telah mendapat respon yang bagus dari konsumen, sehingga kita merasa kelabakan untuk meladeni mereka. Kita tentu merasa bangga, puas, bersyukur, dan sangat senang dengan kondisi tersebut. Namun, keadaan tersebut kemudian membawa kita pada satu titik perenungan untuk berpikir bagaimana caranya agar usaha yang telah memiliki banyak pelanggan tersebut, bisa tetap sempurna melayani para konsumen.

Mungkin anda akan setuju dengan pendapat banyak wirausahawan, bahwa kita harus berani untuk membesarkan usaha (bisnis) kita agar mampu memenuhi kebutuhan semua pelanggan yang semakin meningkat jumlahnya. Tentu kita tidak ingin khan???, jika misalnya para pemilik motor (konsumen kita) harus menunggu lama (antri) untuk mendapatkan layanan jasa cuci motor di usaha salon motor kita!!!

Ya, agar mereka tidak mengalihkan cuci motornya ke tempat pencucian motor yang lain, ya tentu kita harus mampu memberikan jasa yang terbaik buat mereka. Salah satunya, seperti yang sudah tertulis di atas adalah dengan memperluas, mengembangkan, dan meningkatkan kapasitas usaha kita (menambah jumlah peralatan, membangun cabang baru, atau menambah tenaga kerja) . Hal itu selain bertujuan agar konsumen kita tidak berpaling, tentunya kita berharap akan mampu meningkatkan keuntungan bisnis kita. Namun yang sering jadi pokok masalah bagi para wirausahawan pemula adalah ketidakcukupan modal untuk mengembangkan bisnis mereka. 

Kredit Usaha Rakyat IndonesiaDalam memecahkan masalah tersebut, biasanya para pengusaha menempuh dua jalan. Yang pertama adalah dengan mencari investor/penanam modal untuk membantu dalam pengembangan usaha kita. Namun mencari orang yang bisa dan mau menanamkan uangnya pada kita tidaklah gampang, apalagi jika mereka meminta pembagian keuntungan yang tidak masuk akal. Akhirnya ditempuhlah jalan yang kedua, yaitu dengan berani mengambil resiko meminjam uang pada lembaga keuangan (koperasi atau bank) untuk membesarkan bisnis kita.

Pemerintah telah menyadari, bahwa banyak pengusaha kecil dan menengah di Indonesia sulit untuk medapatkan rekan bisnis yang mau menanamkan modalnya pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang mereka miliki. Maka pada tahun 2007, dicetuskanlah ide untuk membantu UKM sebagai motor penggerak ekonomi bangsa di  sektor  riil dengan melahirkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit untuk pembiayaan usaha produktif pada segment mikro, kecil, menengah, dan koperasi yang layak (feasible) namun belum bankable untuk modal kerja dan/atau kredit investasi melalui pola pembiayaan secara langsung maupun tidak langsung (linkage) yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Kredit dengan beberapa kriteria. Adapun yang dimaksud dengan bankable adalah dapat diartikan sebagai bahwa bisnis yang dijalankan atau yang akan mendapatkan "kucuran' kredit dari pihak debitor atau bank adalah bisnis yang menguntungkan, investasinya aman dan dalam arti modal bisa kembali atau istilah ekonominya BEP (Break Even Point) dan memberikan keuntungan atau profit yang cukup atau tentunya yang lebih.

Kredit Usaha Rakyat hanya ditujukan pada para pengusaha kecil (mikro) dan menengah serta koperasi yang ingin memperluas usahanya. KUR tidak akan diberikan pada orang yang baru akan membangun usaha/bisnis. Untuk mendapatkan bantuan dana dari program KUR, anda sebagai wirausahawan  akan melalui 6 tahap yaitu :
  1. Anda sebagai pemiliki usaha kecil dan menengah mendatangi Bank yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat untuk mencari informasi dan konsultasi. Hingga tahun 2012, ada tujuh lembaga keuangan (bank nasional) yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan dana KUR ke masyarakat, yaitu BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Syariah Mandiri, Bukopin, dan BNI Syariah. Bank lokal BPD juga ikut sebagai penyalur kredit Usaha Rakyat.
  2. Menyiapkan persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Kantor Cabang Bank yang anda pilih, beberapa diantaranya KTP, SIUP, NPWP, Rekening Koran (listrik/telpon), Laporan Keuangan Usaha Anda, Agunan, dan lainnya.
  3. Mengajukan Surat Permohonan Kredit ke Bank yang anda tuju. Anda juga biasanya disuruh membuat proposal permohonan kredit dan profil usaha anda. Untuk  format surat dan proposal tersebut bisa anda minta contohnya di Bank yang anda datangi.
  4. Selanjutnya Bank Pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan. Setelah kelengkapan dokumen sudah terpenuhi, petugas bank akan melakukan survey langsung ke tempat usaha anda untuk mendata kondisi usaha/bisnis anda, baik itu tempat usaha, prospek, karyawan, dan lainnya.
  5. Bank Penyalur Kredit akan memberi keputusan terhadap pengajuan Kredit Usaha Anda. Bank pelaksana berwenang memberikan persetujuan atau menolak permohonan kredit anda. Biasanya anda akan dikonfirmasi oleh pihak bank paling cepat dua minggu setelah dilakukannya survey oleh petugas bank.
  6. Setelah anda disetujui, langkah selanjutnya adalah melakukan pencairan kredit anda. Gunakanlah dana tersebut sebijak-bijaknya dan seefesien mungkin. Penuhilah kewajiban anda untuk membayar cicilan anda di bank dengan tepat waktu.
Selamat mengajukan kredit, semoga sukses!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait