Usaha Percetakan Fotocopy

usaha percetakan fotocopy
Usaha fotocopy dan percetakan merupakan salah satu usaha (bisnis) yang berpeluang besar dalam mencapai profit yang tinggi. Hal ini didasari oleh semakin tingginya keperluan berbagai perusahaan dalam urusan cetak – mencetak, seperti laporan keuangan, surat-menyurat, pembuatan selebaran (pamflet), spanduk dan banyak hal lain yang menyangkut dengan catak kertas. Hal ini terjadi bukan hanya di kota saja, tetapi juga di wilayah pedesaan. Disamping itu, jumlah siswa di Indonesia yang terus meningkat, merupakan lahan untuk mendapatkan uang dalam hal memberikan jasa cetak buat keperluan sekolah mereka, termasuk juga tim pendidiknya. Untuk itu, usaha percetakan fotocopy ini bisa menjadi pilihan anda untuk menjadi seorang wirausaha. Dalam membuka bisnis ini, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:

Persiapan Lokasi dan Bangunan
Seperti jenis bisnis lainnya, lokasi dan tempat merupakan hal yang vital dalam menentukan suksesnya suatu usaha. Untuk bisnis percetakan, lokasi yang tepat adalah berada di dekat lembaga pendidikan (sekolah dan kampus), di daerah perkantoran (misalnya dekat kantor kelurahan), di sekitar pusat bisnis (misalnya di depan lembaga keuangan), dan di tempat-tempat dimana orang sering memerlukan fotocopy.

Untuk bangunan, luasnya tergantung jumlah mesin fotocopy dan percetakan yang anda punya. Sementara warna yang bagus untuk bangunan adalah warna cerah, putih atau kuning, karena percetakan identik dengan kertas putih yang bersih. Jadi dengan ruangan yang putih bersih (cerah), dan anda bisa menjaga hasil cetakan (fotocopy) dengan baik (bersih), maka pelanggan akan merasa usaha anda sebagai usaha yang profesional. Secara psikologi, orang akan merasa lebih nyaman, jika pergi ke tempat fotocopy yang ruangannya putih bersih (cerah).

Persiapan Alat dan Bahan
Dalam membuka usaha percetakan fotocopy, ada beberapa alat dan bahan dasar yang anda perlukan:
Mesin fotocopy, harga tergantung merk, fitur dalam mesin fotocopy (misal bisa cetak berwarna), ukuran mesin fotocopy, kecepatan mesin, dan sebagainya. Ada sebuah mesin fotocopy dengan harga lima belas juta hingga di atas lima puluh juta rupiah. Ada beberapa pilihan merk yang tersedia khususnya yang beredar di Indonesia. Misalnya Ricoh, Canon, Xerox, Toshiba, Sharp, Gestetner dll. Merk biasanya berhubungan dengan Komponen mesin, penyediaan sparepart, pilihan supplier dan kemampuan teknisi. Untuk memilih mesin fotocopy dengan mengetahui merk apa yang paling banyak dipakai orang lain. Hal tersebut bisa mengindikasikan bahwa mesin tersebut biasanya bergaransi, ketersediaan sparepart / suku cadang yang banyak dalam jamgka panjang (tidak indent), banyak pilihan teknisi profesional yang menguasai mesin merk tersebut, banyak supplier yang bersaing, harga sparepart dan toner/tinta bersaing (murah dan mudah didapat), biaya opersional yang murah, mesinnya terbilang bandel. Jika modal anda terbatas, anda bisa membeli mesin fotocopy bekas di toko-toko elektronik. Alat atau bahan lain tentunya aneka kertas, seperti kertas  A4, kuarto, F4, kertas buffalo, plastik jilid, lakban, pemotong kertas, alat penjilidan, dan lainnya. Jumlah modal yang diperlukan untuk membangun sebuah usaha percetakan fotocopy bervariasi, ada yang sekitar 10 jutaan hingga seratus juta rupiah, tergantung merk dan jumlah mesin fotocopy yang anda gunakan, serta kapasitas usaha percetakan yang akan dibangun.

Usaha Tambahan
Dalam berwirausaha dalam dunia percetakan, ada beberapa tambahan usaha yang bisa anda sediakan sebagai pelengkap bisnis utama anda, misalnya usaha cetak sablon (kartu nama, undangan), jual atk (alat tulis kantor), pulsa,  rental komputer, cetak foto, spanduk, dan pembuatan stempel. 

Demikian gambaran singkat mengenai membangun usaha percetakan (fotocopy) sebagai lahan pendapatan anda. Selamat bekerja, semoga suksess!!!

Artikel Terkait