Bisnis Cabai Pak Petani

Usaha pertanian di negara Indonesia memang hasilnya belum semaksimal seperti negara - negara di kawasan Asia lainnya, apalagi bila kita bandingkan dengan pendapatan para petani di negara Paman Sam (Amerika) dan China. Dengan pengolahan lahan pertanian dan pengelolaan hasil yang menggunakan sistem teknologi yang canggih, menjadikan hasil yang diperoleh oleh petani-petani di negara tersebut sangat bagus. Apalagi, pemerintah disana juga sangat mendukung dan melindungi sektor pertanian dengan maksimal.

Namun, jika melihat kehidupan para petani Indonesia memang belum cukup memuaskan. Banyak kendala yang dialami petani Indonesia dalam usahanya meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertaniannya. Misalnya, kelangkaan pupuk, sedikitnya tenaga penyuluh pertanian di lapangan, hingga yang paling menyakitkan bagi petani adalah adanya fluktuasi harga terhadap hasil-hasil pertanian. Tidak stabilnya harga pangan tersebut, ada yang disebabkan oleh situasi pasar yang sedang berlangsung (misal stok melimpah, atau permintaan menurun), dan ada juga karena disebabkan permainan para tengkulak.  

cabai indonesia
Namun, mengingat komoditi pertanian merupakan kebutuhan primer bagi seluruh dunia, maka bekerja di sektor pertanian layak menjadi salah satu pilihan usaha anda. Pada artikel berikut,akan diulas tentang mencoba bercocok tanam cabai sebagai salah satu jenis usaha pertanian yang cukup potensial. Artikel ini terinspirasi dari para petani cabe yang telah mampu memperoleh penghasilan puluhan juta. 

Pengenalan Tanaman Cabai
Cabai merupakan tanam perdu yang dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24 – 27 derajat Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Tanaman cabe juga sangat bagus jika intensitas pengairannya cukup, tetapi apabila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri, namun sebaliknya juga jika kekurangan air, tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. jadi harus selalu diperhatikan tingkat pengairannya agar tak terlalu berlebihan.

Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0 sampai 10 derajat serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi, pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan, sebaiknya menghadapai musim kemarau, kita membuat kolam penampung dari pelasti di kebun kita agar pasokan air untuk tanaman dapat terjaga secara optimum.  Jenis tanaman cabe beraneka ragam, cabe kriting, cabe rawit, cabe lombok, dan lainnya.

Yang Perlu Dipersiapkan
Lahan Persemaian (bedeng) luas umumnya 3x6m
Lahan tanam yang gembur dengan luas tergantung lahan anda (1 haktar bisa menghasilkan 7 ton cabe).
Bibit cabe (diperoleh dari hasil persemaian anda) sebanyak 300-500 batang per hektar.
Pupuk (pupuk kandang, urea, TSP, KCl sekitar 150-200 kg/hektar) dan obat-obatan pemberantas hama.
Berbagai jenis peralatan seperti cangkul, garpu tanah, sabit, ember, keranjang, selang, plastik semai dan lainnya.
Sumber air yang cukup.

Tips Untuk Anda
Tips agar sukses usaha dalam sektor pertanian khususnya bercocok tanam cabe antara lain :
Mempelajari berbagai jenis penyakit cabe, seperti busuk kuncup, layu fusarium, bercak daun  dan upaya mencegah dan memberantasnya.
Menanyakan kepada orang-orang yang sudah pengalaman di bidang tersebut terkait dengan problem cabe.
Menentukan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Harga cabe sering berfluktuasi, terkadang bisa mencapai titik terendah (di bawah Rp. 5.000/kg) hingga berada pada level harga bagus di atas Rp. 50.000/kg. Harga cabe bagus biasanya pada saat ada hari raya, misalnya Idul Fitri. Jadi perkirakan masa tanam  agar bisa dipanen pas ketika menjelang hari raya.
Menambah pengetahuan baru melalui buku, majalah, dan internet. Mencari informasi terkini tentang harga cabe agar kita tidak mudah dipermainkan tengkulak / para saudagar.
Dan yang terpenting adalah bekerja keras dan berdoa.

Selamat bercocok tanam, Salam Suksess!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait